Rabu, 17 Maret 2010

TANAMAN OBAT KELUARGA


PENDAHULUAN

Sejak ratusan tahun yang lalu, nenek moyang bangsa kita telah terkenal pandai meracik jamu dan obat-obatan tradisional. Beragam jenis tumbuhan, akar-akaran, dan bahan-bahan alamiah lainnya diracik sebagai ramuan jamu untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Ramuan-ramuan itu digunakan pula untuk menjaga Abadan agar tetap sehat,l mencegah penyakit, dan sebagaian untuk mempercantik diri.

Kemahiran meracik bahan-bahan tersebut diwariskan oleh nenek moyang kita secara turun temurun, dari satu generasi ke generasi berikutnya, hingga ke zaman kita sekarang ini melalui berbagai temuan kitab dan naskah yang berisi resep obat-obatan, tata cara pengobatan dan jenis-jenis obat tradisional.

Peralihan dari zaman ke zaman berikutnya telah memperkaya khasanah tradisi pengobatan dalam masyarakat kita. Semua berlangsung tanpa terputus, sampai bangsa kita mengenal ilmu kedokteran seperti saat ini

Ditengah-tengah serbuan obat-obatan modern, jamu dan ramuan tradisional tetap menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat kita. Tidak hanya masyarakat di pedesaan, masyarakat di perkotaan pun mulai mengkomsumsi obat-obatan tradisional ini. Di berbagai pelosok tanah air, dengan mudah kita menjumpai para penjual jamu gendong berkeliling menjajakan jamu sebagai minuman sehat dan menyegarkan. Demikian pula, kios-kios jamu tersebar merata  di seluruh penjuru tanah air. Jamu dan obat-obatan tradisional, telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kita.

Indonesia telah dikenal sebagai salah satu Negara pusat tanaman obat di dunia, yang memiliki ribuan potensi berbagai macam tanaman obat dengan berbagai  khasiat kegunaan serta manfaatnya sebagai obat-obatan. Belum semua jenis tanaman ini kita ketahui manfaat dan khasiatnya, juga belum dikembangkan secara optimal, terlebih untuk diinformasikan kepada publik sebagai pengetahuan tentang tanaman obat-obatan yang berasal dari alam Indonesia.

Sejak dahulu tanaman obat-obatan telah digunakan masyarakat sebagai obat atau jamu tradisional, baik berupa serbuk, cairan maupun dalam bentuk lain. Tanaman tersebut dapat dimanfaatkan melalui daun, akar, bunga, kulit, biji, buah dan bagian lainnya.

Tanaman obat adalah salah satu potensi sekaligus komoditas yang dapat dimanfaatkan guna mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemanfaatan tanaman obat di Indonesia oleh masyarakat terutama di pedesaan dan pedalaman  berlangsung lama, secara tradisional tanaman tersebut dimanfaatkan  dalam berbagai bentuk ramuan untuk diminum, dibalurkan, atau dengan cara lain sebagai obat-obatan sederhana.  Dan obat-obatan tersebut telah diperdagangkan sejak ratusan tahun lalu.

Sampai saat ini tanaman obat masih banyak dimanfaatkan, bahkan dengan kemajuan teknologi saat ini banyak mendukung ketersediaan dan pengadaan obat-obatan yang telah beredar di pasaran  dengan kualitas yang bervariasi.

Pengembangan tanaman obat dapat melalui budidaya oleh kelompok tani di wilayah sekitar hutan kiranya akan memperkuat fungsi hutan itu sendiri disamping pemberdayaan dan pemakmuran masyarakat.

TEH MINUMAN KESEHATAN ALAMI

Teh merupakan salah satu bahan minuman alami yang telah lama dikenal dan sangat populer di masyarakat. Saat ini produk teh dijual dalam bentuk siap minum dan celup/seduh dengan berbagai inovasi dan kreativitas dari masing-masing produsen.

Teh telah berabad-abad menjadi komoditas dagang, dan berdasarkan pengolahnnya dikenal tiga macam teh yaitu :

Teh Hitam, jenis teh ini dibuat dengan cara fermentasi daun teh dan dapat dilihat dari hasil seduhannya yang berwarna coklat gelap.

Teh Hijau, jenis teh ini dibuat tanpa fermentasi daun teh dan hasil seduhannya akan berwarna kuning hingga hijau terang.

Teh Merah/Oolong, jenis teh yang dibuat tanpa fermentasi penuh. Hasil seduhan teh ini berwarna merah.

Selain nikmat diminum panas ataupun  dingin, teh memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaat bagi kesehatan tubuh ini berasal dari kandungan berbagai senyawa yang terdapat dalam teh seperti senyawa polifenol, asam amino, kafein maupun mineral .

Khasiast teh

Teh dapat mnurunkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung (Aterosklerosis). Secara umum kandungan teh polifenol dapat mencegah oksidasi Low Density.

Mengkomsumsi teh ternyata bermanfaat untuk mencegah kanker kulit, paru-paru,  usus besar dan kanker payudara, yang berasal dari kandungan theafl avin pada teh yang dapat mencegah stres oksidatif pada sel.

Teh mempunyai efek untuk menyegarkan  tubuh. Kafein dalam teh dapat membuat kita segar/tidak mengantuk, meningkatkan konsentrasi dan mengurangi kelelahan, sementara kandungan asam amino theanin mempunyai efek relaksasi dan mampu mengurangi stres.

Kandungan Mineral Fluoride pada teh dapat membantu mencegah gigi berlubang, mencegah pertumbuhan bakteri dan pembentukan asam yang menyebabkan kerusakkan pada gigi, dan memperkuat lapisan email gigi.

JAMBU BIJI (Guava posidium guanjava linn)

Buah ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, karena banyak tumbuh di berbagai tempat dan lokasi di sekitar kehidupan manusia. Baik di hutan, pedesaan sampai di perkotaan. Buah jambu biji (Guava posidium guanjava linn) berbentuk bulat lonjong dengan kulit buah berwarna kekuningan. Daging buahnya berwarna putih dan merah, bertekstur lunak, rasanya manis dan terdapat banyak biji kecil-kecil di tengahnya. Kandungan zat gizi dan fitonutrein :

Vitamin C ( 9 kali lebih banyak dari buah jeruk )

Mineral besi, potasium/kalium, kalsium dan fosfor

Pektin dan Tanin

Serat

Manfaat Jambu biji

Memperlancar pencernaan dan mencegah konstipasi

Sebagai antioksidan dan antikanker

Mencegah dan mengobati sariawan

Menurunkan kadar kolesterol

Selain dikomsumsi dalam bentuk buah segar, Jambu biji akan lebih terasa nikmat jika dibuat dalam bentuk jus untuk menurunkan kadar kolest

Cara pembuatan jus jambu

Bahan :

Daging Jambu biji segar dan matang dan dicuci (tanpa biji) 150 gram

Air es 100 ml

Es batu/es serut secukupnya

Air Jeruk seperempat gelas

Air jeruk nipis secukupnya

Gula, madu atau sirup secukupnya (tidak dianjurkan bagi penderita diabetes melitus)

pembuatan :

Campur semua bahan kecuali es batu es, lalu di blender

Hidangkan dengan di beri es batu (untuk 2 gelas)

Segera diminum

Mengkomsumsi jua  akan terasa efektif dan efisien apabila menjadi bagian dari terapi nutrisi atau diet alami yang murni dan menyeluruh. Hal ini dikarenakan tubuh tidak akan bertahan hanya dengan mengkomsumsi cairan. Oleh karena itu pengaturan pola makan sehari-hari yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh juga perlu diimbangi. Dengan demikian mengkomsumsi jus dapat berperan dalam pengendalian berbagai penyakit. Konsep menu seimbang dan beraneka ragam juga harus tetap dijala

DELIMA (Punica granatum L)

Delima juga dikenal dengan glima (Aceh), gangsalan (Jawa), dalima (Sunda), dan masih banyak nama di berbagai daerah. Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik samp[ai tropik dan dataran rendah. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak terlalu dalam. Delima sering di tanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat atau karena buahnya yang dapat dimakan. Berupa perdu atau atau pohon kecil dengan tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, ranting bersegi, pencabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, berwarna coklat ketika masih muda dan berwarna hijau kotor setelah tua. Daun berbentuk lonjong, pangkal lancip ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap dengan panjang 1-9 cm, dan lebar 0,5 – 2,5 cm warna hijau. Bunga delima tunggal dan bertangkai pendek dengan warna merah, putih dan ungu, dan berbunga sepanjang tahun. Buah Delima berbentuk bulat dengan diameter 5–12 cm, warna kulitnya beragam seperti hijau keunguan, putih coklet kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna lebih tua. Berbiji banyak berbentuk kecil-kecil bulat panjang bersegi agak pipih, keras dan tersususn secara tidak beraturan. Delima juga dikenal dengan Delima merah, Delima putih dan Delima ungu. Perbanyakan dengan stek, tunas akar atau cangkok.

Pemanfaatan Delima

Delima dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan dengan melalui :

kulit kayu                                -           d a u n

kulit akar                                 -           b ij i

kulit buah                                -           bunga

Khasiat Delima:

Kulit buah rasanya pahit , asam mempunyai sifat sebagai penghangat, astringen dan anti racun yang berkhasiat untuk menghentikan pendarahan, peluruh cacing usus, sakit perut karena cacing, buang air besar mengandung darah dan lendir, disentri amuba,  antidiare, dan antivirus, diari kronis, pendarahan wasir, menghambat pertumbuhan basil typhoid, mengendalikan  penyebaran infeksi virus polio, virus herpes simplek dan virus HIV

Bunga, merupakan astringen yang kuat (trerlebih dicampur dengan kulit buah) rebusan keduanya dapat bisa menghentikan pendarahan

Kulit kayu dan Kulit akar, mempunyai bau lemah dengan rasa asam, berkhasiat sebagai peluruh dahak, astringen dan pengobatan usus, pengobatan diare,  dan digunakan setelah dikeringkan terlebih dahulu

Daun, berkhasiat sebagai peluruh haid

Buah, berkhasiat sebagai penyejuk, peluruh kentut,  pereda demam, antitoksis, melumas paru-paru, meredakan batuk. Sedangkan kulit buah Delima juga berkahasiat untuk pengobatan diare.  Jus buah Delima mengandung asam sitrat, glukosa, vitamin A,C, mineral (kalsium, fosfor, zat besi,, magnesium, natrium dan kalium), dan tanin alkaloid guna melumpuhkan cacing pita, cacing gelang dan cacing keremi

 

BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L)

Bunga matahari juga dikenal dengan nama daerah bunga panca matahari kembang srengenge, atau purbanegara.  Tumbuhan ini kaya akan kandungan kimiawi yang sudah diketahui, dan mempunyai kasiat antara lain :

Bunga, mengandung cuercimantin, hellanthoside A,B,C, clenolic acid, ecthinocystic acid, yang berkhasiat untuk  menurunkan tekanan darah tinggi, sakit kepala, pusing, sakit gigi,  mengurangi rasa nyeri menstruasi, , nyeri lambung, radang payudara, dan rheumatik

Biji, mengandung clorogenic acid, quinic acid, yang  berkhasiat anti disentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym dan lain sebagainya), merangsang pegeluaran campak.

Daun, berkhasiat anti radang, mengurangiu rasa nyeri dan anti malaria

Akar, berkhasiat anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan rasa nyeri

Sumsun dari batang dan dasar bunga, berkhasiat merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri waktu buang air kemih.

SENGGUGU (Clerodendrum serratum L moon)

Tanaman perdu ini memunyai tinggi 1-5 meter, dapat tumbuh diketinggian 1-1700 meter dpl, daun berbentuk lonjong bergerigi, sedangkan bunga berwarna putih kehijauan, buah berwarna hitam degan diameter 1 cm.  Aenggugu juga dikenal di daerah dengan nama Sinar Baungkudu atau Arigunggu

Adapun sifat kimiawi yang ada daam tanaman Senggugu antara lain adalah : Daun, banyak mengndung kalium, gilkosida fenol,  Kulit akar, mengandung natrium, alkaoid, Kulit batang, mengandung senyawa triterperoid dan asam aleanoat. Bagian tanaman yang dipergunkan sebagai obat adalah daun, kulit batang dan bunga.

Tanaman Senggugu dapat dipergunakan untuk pengobatan :

Tulang patah, luka digigit ular, dan bisul

Borok berair, rematik

Perut busung, batuk

Asma, bronchitis

Susah tidur, susah kencing, cacingan

Malaria

Cara penggunaan :

Tulang patah, digigit ular, bisul :  Daun segar secukupnya ditumbuk hingga lembut kemudian ditempelkan pada bagian yang luka.

Borok berair : Daun segar secukupnya direbus hingga mendidih, kemudian airnya dipergunakan untuk mencuci bagian yang luka.

Reumatik, Daun secukupnya ditumbuk dan dicampur dengan adas, atau daun muda diremas hingga halus dicampur dengan kapur sirih, dipergunakan sebagai obat gosok.

Perut kembung, cacingan, Daun segar secukupnya direbus dicampur dengan garam dan temulawak hingga mendidih, kemudian airnya diminum.

Batuk, Buah dikunyah (lebih baik dicampur sirih) kemudian ditelan dan minum air hangat.

Bronchitis, asma, susah kencing, akar direbus hingga mendidih, kemudian airnya diminum.

Malaria, menjernihkan suara, Daun dikeringkan terlebih dahulu, selanjutnya direbus hingga mendidih, airnya diminum

 

KELADI TIKUS (Coleus ambonnicus lour)

            Tanaman Keladi tikus termasuk dalam famili tumbuhan Araceae, dikenal dengan nama daerah bira kecil, daun panta susu, kailamayong, trenggiling mentik.

Berdasarkan hasil penelitian di beberapa negara tanaman Keladi tikus memiliki sifat kimia yang dapat menghancurkan sel kanker, menghambat pertumbuhan sel kanker, memiliki sifat antivirus dan antibakteri.

            Penyakit yang dapat disembuhkan dengan tanaman Keladi tikus ini antara lain adalah : Koreng, Frambosia, Kanker, Menetralisir racun narkoba

Cara penggunaannya :

Koreng, prambosa, umbi secukupnya, ditumbuk hingga halus kemudian ditempelkan pada tempat yang luka.

Kanker,(payudara, paru-paru, usus besar, tenggorokan, liver, prostate, ginjal, leher, rahim dan tulang) : Tanaman sebanyak tiga batang direndam selama 30 menit, kemudian dicuci dan ditumbuk hingga halus, setelah itu diperas dengan kain bersih, ditambahkan setengan sendok madu, airnya diminum 3 kali sehari, air perasan dihabiskan sekaligus tidak boleh disimpan.

Jus keladi, sangat baik untuk menghambat, bahkan menghancurkan sel kanker.

Menetralisir racun narkoba, umbi dicuci dengan air panas/matang hingga bersih, kemudian dikeprek selanjutnya ditelan, dan dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari.

 

KEMUNING (Murraya paniculata L jack)

            Tanaman ini termasuk ke dalam famili tumbuhan Rutaceae, dan dikenal dengan nama daerah Jenar, Kamoneng, Tajuman, Kalajeni, Sukik haumi dan lain sebagainya. Kemuning kaya akan kandungan kimia yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai pengobatan antara lain adalah sebagai berikut :

Bisul, akar kering sebanyak 30 gram dicuci bersih, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal satu gelas, setelah dingin air diminum.
Reumatik dan memar, akar kering digodok dengan air yang dicampuri dengan arak, kemudian diminum
Sakit gigi, minyak kulit batang kemuning dibakar dan dioleskan pada gigi yang sakit.
Menguruskan badan, segenggam daun kemuning dicampur dengan segenggam daun mengkudu yang sedikit dicampur dengan temu giring, kemudian ditumbuk hingga halus dan ditambah dengan segelas air, selanjutnya diperas dan diminum setiap pagi sebelum makan.
Infeksi saluran kencing, datang haid tidak teratur, daun atau akar yang sudah dikeringkan secukupnya direbus hingga mendidih, setelah dingin airnya diminum


MURBEI (Morus alba L)

Tanaman Murbei memiliki buah yang rasanya masam dan telah banyak dibudidayakan oleh orang. Dikenal juga dengan nama Kerto atau Kitau , tanaman ini kaya akan kandungan kimia antara lain Alkaoida, Flavonoida Polifenol yang dapat dipergunakan dalam pengobatan  :
Peluruh air seni, daun segar sebanyak 30 gram direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit mendidih, setelah dingin diperas dan disaring, diminum 2 kali sehari.
Demam, malaria, darah tinggi,  daun segar sebanyak 50 gram direbus dengan 3,5 gelas air selama 15 menit mendidih, setelah dingin airnya disaring kemudian diminum 2 kali dalam sehari


KROKOT (Fortulaca oleracea L)

          Tanaman ini masuk ke dalam famili tumbuhan Portulacaceae, dan Krokot juga dikenal dengan nama Gelang atau Jalu-jalu , tanaman ini juga mengandung vitamin A, B dan C, selain  itu kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman krokot dapat dipergunakan dalam berbagai pengobatan, antara lain adalah :
Disentri, usus buntu, sakit kuning, daun krokot sebanyak satu genggam dicuci bersih dan ditumbuk hingga halus, kemudian diperas dan dicampur dengan gula pasir secukupnya, airnya diminum sebanyak 3 kali dalam satu hari
Eksim, radang kulit, borok,  daun secukupnya ditumbuk dan dicampur dengan garam secukupnya hingga halus, kemudian dibalurkan pada bagian yang luka.
Demam, daun krokot direbus sebentar lalu dimakan
Bisul, daun krokot dijadikan teh dan diminum setiap hari
Disentri, daun sebanyak 500 gram diuapkan selama 5 menit, kemudian ditumbuk hingga halus, dan diperas hingga mendapatkan air sekitar 150 cc, diminum sebanyak 3 kali sehari.
Kencing darah, daun krokot sebanyak 150 gram dicampur dengan daun sendokan sebanyak 25 gram direbus hingga mendidih, kemudian airnya diminum
Radang payudara, wasir berdarah, badan sakit dan pegal, gangguan saluran air kencing, menurunkan kadar gula darah, melancarkan darah, daun krokot segar  secukupnya direbus hingga mendidih, airnya diminum.


TAKOKAK (Solanum torvum swartz)

 Takokak juga dikenal dengan nama daerah, Cepoka, Cokowana, Pokak atau Terong pipit. Tanaman ini dapat mncapai tinggi 3 meter. Memiliki kandungan kimiawi yang dapat dipergunakan dalam pengobatan antara lain :
Lambung, sakit pinggang, batuk kronis, dan jantung berdebar, akar yang sudah dikeringkan sebanyak 15 gram direbus dengan 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa sebanyak 2 gelas, diminum dua kali sehari
Bisul, koreng, bengkak, daun turi segar secukupnya digiling hingga halus, kemudian dibalurkan pada bagian yang luka.


T U R I (Sesbania grandiflora L pers)

Tanaman Turi termasuk dalam famili tumbuhan Papilanomaceae, dan dikenal dengan nama daerah torroy, tuwi, suri atau turing. Daun turi mengandung vitamin A dan B, sedangkan bunganya mengandung kalsium, zat besi, kalium serta vitamin A dan B. Tanaman turi memiliki tinggi 3-7 meter, terdiri dari dua jenis, berbunga merah dan berbunga putih. Bunga turi dapat dipergunakan sebagai sayuran atau lalapan.
Tanaman ini juga banyak mengandung kimiwi yang dapat dipergunakan dalam pengobatan, antara lain adalah :
Sariawan, kulit batang secukupnya diremas-remas dalam air, kemudian airnya dipergunakan untuk berkumur sebanyak 3 kali sehari.
Sakit tenggorok, radang tenggorok, segenggam daun turi direbus, airnya dipergunakan untuk berkumur sebanyak 3-4 kali sehari.
Desentri, berak darah, kulit batang turi merah secukupnya direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas, setelah dingin airnya disaring dan diminum 2 kali sehari.
Batuk, keputihan, cacar air dan pegal linu, daun turi secukupnya direbus dengan diberi sedikit garam hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring kemudian diminum 3 kali sehari.


PINANG (Areca catechu)

Tanaman pinang mudah tumbuh di berbagai tempat, tingginya dapat mencapai 5-10 meter, buah pinang berbentuk lonjong berwarna hijau hingga oranye dan merah tua, berserabut seperti halnya kelapa.  Tanaman ini telh lama dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai pengobatan secara tradisional, antara lain adalah :
Pendarahan, mimisan, disentri, koreng, borok, bisul, cacingan, mencret, bengkak, batuk, beri-beri, malaria, biji pinang direbus dengan air hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum sebanyak 2-3 kali sehari.
Sakit gigi, dan mata, buah pinang dicampur dengan sirih dikunyah dapat menghilangkan rasa sakit gigi, juga oleh masyarakat tradisional dipergunakan sebagai pembersih,  penguat gigi dan dapat menyembuhkan sakit mata atau menjernihkan mata.
Sakit pinggang, daun pinang secukupnya direbus hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum 2 kali sehari, sementara daunnya ditumbuk hingga halus dicampur sedikit arak putih dibalurkan pada pinggang.
Sembelit, gangguan pencernaan, sabut buah pinang secukupnya direbus sampai mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum 2-3 kali sehari (dapat dicampur dengan sedikit madu)


ANGSANA (Pterocarpus indicus)

Angsana termasuk tanaman famili Papilonaceae, dapat mencapai tinggi 10-40 meter, daun berbentuk lanset panjang. Tanaman ini di daerah juga dikenal dengan nama kayu merah, asana, sana kapur, sana kembang, tonala dan lain sebagainya. Di berbagai daerah kayu angsana dipergunakan sebagai bahan bangunan.
Angsana memiliki berbagai kandungan kimiawi yang dapat dipergunakan sebagai bahan obat-obatan, antara lain adalah :
Menurunkan kadar gula, daun angsana segar secukupnya direbus hingga mendidih (dapat dicampur dengan sedikit garam), setelah dingin airnya disaring dan diminum sebanyak 3 kali sehari.
Batu ginjal, kulit kayu angsana secukupnya direbus hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum 3 kali sehari.
Kencing manis, bisul, daun muda segar secukupnya direbus hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum 2 kali sehari
Getah anggsana dapat dipergunakan sebagai obat luka luar dengan cara mengoleskan getah pada bagian yang luka.


BELIMBING MANIS (Averhoa carambola)

Pohon kecil, tinggi dapat mencapai 10 meter ini termasuk dalam famili Oxalidaceae. Batang pohon dapat mencapat diameter 30 cm,  ditanam sebagai pohon buah yang terkadang tumbuh secara liar. Tanaman ini ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter dpl. Buah berbentuk lonjong, bersegi panjang, berwarna hijau hingga kuning tua, memiliki rasa masam hingga manis dan berair banyak
Tanaman ini memiliki kandungan kimiawi yang dapat dipergunakan dalam berbagai pengobatan, dan bagian yang dipergunakan dalah daun, bunga dan buahnya.
Batuk, sariawan, bunga belimbing manis secukupnya direbus hingga mendidih setelah dingin airnya disaring dan diminum hingga 3 kali sehari
Sakit perut, reumatik, gondongan, daun belimbing secukupnya dicampur sedikit garam direbus hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum 2 kali sehari
Darah tinggi, buah belimbing dapat dipergunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, akan lebih baik apabila buah di jus dengan diberi air jeruk dan sedikit es batu,  jus dapat diminum secara rutin setiap hari hingga tekanan darah normal kembali.


CINCAU (Cylea barbata)

Tumbuhan ini masuk dalam famili Manispermaceae, merupakan tumbuhan merambat, berbatang kecil, kasap dan berduri dan panjang batangnya mampu mencapai belasan meter, daun berbentuk perisai dengan permukaan yang dipenuhi dengan bulu. Cincau mempunyai bunga berwarna kuning dengan buah batu berwarna merah lonjong. Banyak ditemukan ditepi hutan atau di antara semak-semak belukar, dan cincau tumbuh di bawah ketinggian 1000 m dpl. Tanaman cincau juga dikenal dengan nama camcao, juju, kepleng, camcauh atau tahulu.
Cincau memiliki kandungan kimia zat sejenis karbohidrat sehingga mampu menyerap air, mengandung zat lemak dan lain sebagainya. Oleh masyarakat Cincau sering dipergunakan sebagai bahan agar-agar dan diperjual belikan dengan dicampur es dan sirup.  Tanaman cincau dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan untuk :
Sakit perut, daun cincau secukupnya diremas-remas dengan air matang, disaring dan dibiarkan sampai membentuk agar-agar. Ditambah air santan dan pemanis gula kelapa, kemudian dimakan layaknya agar-agar biasa.
Demam, akar cincau secukupnya dicuci dan kemudian direbus hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum sebanyak 2 kali sehari.


JARAK PAGAR (Jatropha curcas L)

Tanaman ini termasuk dalam famili Eurphobiaceae, dikenal juga dengan nama daerah jarak costa, jarak wolanda, bindalo atau balacai hisa. Jarak pagar banyak memiliki kandungan kimiawi yang dapat dipergunakan untuk berbagai pengobatan, antara lain adalah :
Bengkak, terkilir, luka berdarah, daun segar dicuci bersih dan ditumbuk hingga halus, kemudian ditempelkan pada bagian yang luka atau sakit.
Gatal, jamur kulit, daun segar dipanaskan hingga lemas kemudian ditempelkan pada bagian kulit yang bermaslah
Lepra, daun segar dilumat hingga menjadi bubur kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit dan dibalut.
Borok, minyak jarak disampur dengan vaseline dan dipergunakan sebagai obat gosok pada bagian yang luka.
Penyubur rambut, rambut dibasahi dengan minyak jarak sambil dipijat-pijat, dan dapat dilakukan 2-3 kali dalam seminggu
Reumatik, daun segar sebanyak 10 lembar ditumbuk hingga halus dan dicampur dengan air hangat, kemudian dioleskan pada bagian yang sakit, dapat dilakukan sebanyak 2 kali sehari.


MIMBA (Azadirachta indica juss)

Mimba termasuk dalam famili tumbuhan Meliaceae, dan dikenal juga dengan nama daerah imbo, ilambha, intaran, margo sier atau memphauh.
Tumbuhan Mimba banyak mengandung kimiawi yang dapat dipergunakan dalam obat-obatan untuk penyembuhan beberapa penyakit, antara lain adalah :
Kencing manis, tujuh lembar daun segar mimba direbus dengan 2 gelas air bersih hingga mendidih, dan tersisa segelas air, setelah dingin ir disaring dan diminum 3-4 gelas sehari.
 Disentri, diare, malaria, masuk angin, jerawat, tujuh lembar daun mimba segar direbus dengan tiga gelas air hingga mendidih dn tersisa satu gelas, dinginkan dan disaring, selanjutnya minum pagi dan sore.
Eksim, gudig, dicuci dengan air rebusan daun mimba secara berulang-ulang, dan dilakukan pada pagi dan sore hari.
Ketombe, dapat dihilangkan dengan keramas mempergunakan air rebusan daun mimba.
Hepatitis, gagal liver, kulit batang atau kulit akar mimba direbus kemudian diminum, atau tujuh lembar daun segar mimba direbus dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa sebanyak 1,5 gelas, setelah dingin disaring dan diminum pagi, siang, dan sore hari, diulang menurut kebutuhan.


TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L)

Tempuyung termasuk dalam famili tumbuhan Compositas, dan dikenal dengan nama daerah galibug, jombang, lempung, lampenas atau rayana.  Tanaman perdu ini banyak tumbuh di tepi sungai, selokan atau di kebun-kebun. Tanaman Tempuyung memiliki kandungan kimiawi yang dapat dipergunakan dalam berbagai pengobatan, antara lain adalah :
Masitis, daun tempuyung sebnyak 15 gram direbus hingga mendidih, airnya diminum sesuai kebutuhan.
Bisul, batang dan daun tempuyung secukupnya digiling hingga halus, kemudian diperas dan airnya dipoleskan pada bagian yang sakit.
Kandung kencing dan empedu berbatu, darah tinggi, lima lembar daun tempuyung dicuci hingga bersih, dipanaskan sebentar, kemudian dimakan sebagai lauk dengan nasi sebanyak 3 kali sehari.
 Kencing batu, 250 gram daun tempuyung kering direbus dengan 250 cc air bersih, diminum 3 kali sehari hingga sembuh. Dalam rebusan juga dapat dicampur dengan 6 buah jagung muda, 5 lembar daun alpukat dan gula enau.

BELUNTAS (Baccharis indica, Linn)

Beluntas termasuk ke dalam famili Compositae, merupakan tumbuhan semak atau setengah semak, tumbuh tegak hingga mencapai tinggi 2 meter atau lebih. Percabangan banyak dan tumbuh liar di tanah tandus hingga ketinggian 1000 meter dpl , atau ditanam sebagai pagar. Daun beluntas bertangkai pendek, berbentuk bulat telur dengan ujung bundar melancip, bergerigi dengan warna hijau terang. Bunga berwarna ungu, buah berbentuk seperti gasing berwarna coklat dengan ujung putih.  Beluntas juga dikenal dengan daerah luntas, baruntas, lamutasa, baluntas, lenaboul atau luan.
Dari seluruh bagian tanaman beluntas dapat dipergunakan untuk berbagai pengobatan, antara lain adalah :
Bau badan, daun beluntas muda yang segar dimakan sebagai lalapan
Gangguan pencernaan dan menambah nafsu makan pada anak-anak, daun beluntas segar direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih, setelah dingin air disaring, kemudian diminum menurut kebutuhan
Menurunkan panas dan peluruh keringat, daun beluntas segar secukupnya direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas air, setelah dingin air disaring dan diminum.
TBC, kelenjar leher, batang dan daun beluntas dikeringkan, kemudian direbus hingga mendidih, setelah dingin air disaring, kemudian diminum 2 kali sehari (dapat dicampur dengan sedikit garam dan madu)
Rheumatik dan sakit pinggang, daun beluntas segar ditambah daun tempuyung dan temulawak secukupnya, direbus hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum 3 kali sehari.

SIDAGURI (Sida rhombifolia L)

Tanaman ini termasuk dalam famili Malvaceae, tumbuh liar di tepi jalan, halaman berumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Sidaguri tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia, dari dataran rendah hingga 1.400 meter dpl. Merupakan tanaman perdu yang tegak dan tinggi dapat mencapai 2 meter dengan cabang rapat. Berdaun tunggal berbentuk bulat telur berujung lancip berwarna abu-abu dengan panjang 1,5 – 4 cm. Bunga tunggal berwarna kuning cerah. Akar dan kulit tanaman Sidaguri kuat dan dimanfaatkan sebagai bahan tali.
          Sidaguri dikenal juga dengan nama daerah saliguri, sadagori, taghuri, otok-otok, kahindu, dikira, bitumu, digo, atau sosapu.  Tanaman ini memiliki banyak kandungan kimiawi yang dapat dipergunakan dalam pengobatan berbagai penyakit, antara lain adalah :
Influenza, demam, radang amandel,  akar sidaguri secukupnya direbus dicampur sedikit temulawak, airnya disaring dan diminum 2 kali sehari.
Batuk, TBC, malaria, muntah darah, daun sidaguri secukupnya dicampur dengan 2 gelas air direbus hingga mendidih dan tersisa satu gelas air, setelah dingin airnya disaring kemudian diminum, dapat dilakukan 2 kali sehari atau menurut kebutuhan.
Radang usus, disentri, sakit kuning, daun secukupnya ditambah sedikit temulawak dan garam, direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih, setelah dingin air disaring dan diminum 2 kali sehari.
Saluran air kencing, kencing batu, daun sidaguri secukupnya direbus hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum (menurut kebutuhan)
 Sakit lambung, wasir berdarah, akar dan daun sidaguri secukupnya direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih, setelah dingin air disaring dan diminum 2 kali sehari (dapat dicampur sedikit garam, gula atau madu)

SRIKAYA (Annona squamosa L)

Srikaya termasuk dalam famili Annonaceae, perdu sampai pohon ini berumah satu dengan tinggi 2-7 meter, kulit batang berwarna coklat muda. Daun tunggal dengan bentuk ellips memanjang tumpul hingga meruncing hingga 5-15 cm dengan lebar 2-6 cm berwarna hijau mengkilat. Berbunga tunggal dengan warna putih kekuningan. Buah srikaya majemuk berbentuk bulat membengkok dengan diameter 5-10 cm, permukaan berduri dan berlilin, daging buah ini berwarna putih keabuabuan dengan banyak biji berwarna hitam mengkilat.
Srikaya tumbuh di dtaran rendah hingga ketinggian 1000 m dpl terutama pada tanah berpasir sampai tanah lempung berpasir, dan menyukai panas tidak terlalu dingin atau banyak hujan. Tanaman ini tahan akan kekeringan dan akan tumbuh subur bila mendapat pengairan yang cukup. Di jawa Srikaya ditanam sebagai tanaman buah.
          Srikaya juga dikenal dengan nma daerah delima bintang, sarikaya, srikarwis, garoso, perse, atis, serakaya atau hirikaya.
          Srikaya memiliki akar dengan rasa pahit, bersifat dingin berkhasiat sebagai anti radang dan antidepresi. Daun rasanya pahit berkhasiat astringen, antiradang dan peluruh kencing. Biji srikaya berkhasiat memacu enzim pencernaan dan pembunuh serangga. Kulit kayu berkhasiat astringen dan tonikum, sedangkan buahnya berkhasiat antiparasit.
Daun srikaya berkhasiat untuk pengobatan :
Batuk, demam, rheumatik, daun srikaya secukupnya direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum sesuai kebutuhan (dapat ditambah sedikit gula)
Menurunkan kadar asam urat dan tekanan darah tinggi, daun srikaya segar secukupnya ditambah sedikit temulawakl, drebus dengan 3 gelas air hingga mendidih, sisakan 2 gelas, setelah dingin air disaring dan diminum 3 kali sehari.
Disentri, cacingan, daun srikaya 15 gram dicampur sedikit gula atau garam, direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih, setelah dingin air disaring dan diminum 2 kali sehari.

KEMBANG BOKOR (Cydrangea macrophylla)

Tanaman ini termasuk dalam famili Saxifragaceae, dan biasa ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau di taman-taman. Tanaman perdu ini berbatang kuat berwarna hijau dan dapat mencapai tinggi 1 meter. Berdaun tunggal dan bertangkai, lebat dan tebal berbentuk bulat telur, pangkal dan ujungnya meruncing dengan tepi bergerigi. Bunga majemuk membentuk rangkaian membulat hingga mencapai diameter 20 cm dengan warna putih, merah muda dan biru. Bagian yang dipergunakan sebagai obat adalah daun dan akar, yang dapat menyembuhkan Malaria, Gelisah dan sakit tenggorokan, juga dapat dimanfaatkan sebagai obat luar seperti luka atau borok.
Malaria, Sakit tenggorokan, bunga bokor secukupnya direbus dengan 2 gelas air, setelah dingin air disaring dan diminum (sapat dicampur sedikit garam, gula atau madu)
Luka, borok, daun secukupnya ditumbuk hingga halus, kemudian dioleskan pada bagian yang luka.
Demam, bunga dan daun bokor secukupnya dicampur sedikit temulawak direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih, setelah dingin air disaring dan diminum.
      
PUTRI MALU (Mimosa pudica Linn)

Tanaman ini termasuk dalam famili Mimosccae, tumbuh di pinggir jalan, tanah lapang, dan cepat berkembang. Batang bulat berbulu dan berduri, daun majemuk kecil-kecil tersusun rapih, dengan bentuk lonjong dan berujung lancip berwarna hijau hingga kemerah matahari, dan bila disentuh akan menutup dengan sendirinya. Bunga berbentuk bulat seperti bola berwarna merah muda. Puti malu juga dikenal dengan nama daerah si kejut, rebah bangun, atau akan kaget
Bagian yang digunakan dalam pengobatan adalah seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar. Dan dapat dipergunakan dalam pengobatan berbagai penyakit antara lain adalah :
Susah tidur, bronchitis, panas, tanaman Putri malu segar (bisa dikeringkan) direbus dengan 2 gelas air dicampur sedikit temulawak, setelah dingin air disaring dan diminum.
Herpes, tanaman segar ditumbuk hingga halus, kemudian dipergunakan sebagai obat oles dibagian yang sakit.
Rheumatik, cacingan, tanaman yang sudah dikeringkan dicuci dan direbus dengan 2 gelas air, setelah dingin air disaring dan diminum menurut kebutuhan.

KUMIS KUCING (Ortosiphon aristatus)


Tanaman ini termasuk dalam famili Labiacea, merupakan tanaman perdu dengan tumbuh tegak dengan tinggi 1-2 meter, batang  segi empat dan  berbulu pendek, daun tunggal berbentuk bulat telur lonjong, lanset atau belah ketupat berbulu halus dengan pinggir bergerigi kasar tak beraturan, permukaan berbintik-bintik karena memiliki kandungan atsiri. Bunga bertandan dengan ujung bercabang dengan warna putih dan ungu pucat (ada yang berwarna biru dan putih), sedangkan buahnya berwarna coklat gelap.
Kumis kucing tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang 500 meter dpl. Tanaman ini juga dikenal dengan nama daerah Mamang besar, kutun, mamam, atau bunga laba-laba.
Kumis kucing dimanfaatkan seluruh bagian untuk pengobatan dalam keadaan kering atau basah. Dan dapat dipergunakan antara lain dalam pengobatan :
Infeksi ginjal, kandung kemih, kencing batu, peluruh air seni, encok, tanaman segar dicampur dengan temulawak dan garam secukupnya direbus dengan 3 gelas air, setelah dingin air disaring dan diminum 3 kali sehari.
Sakit panas, tanaman kumis kucing 100 gram direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih, setelah dingin air disaring dan diminum.

URANG ARING (Eclipta alba)

Tanaman ini termasuk dalam famili Compositae, merupakan tanaman liar yang tumbuh di tempt terbuka, seperti di tepi jalan, tanah lapang, pinggir selokan, dari tepian pantai hingga ketinggian 1.500 m dpl. Tinggi tanaman urang aring mencapai 80 cm. Batang berbentuk bulat berwarna hijau kecoklat-coklatan, berambut agak kasar berwarna putih. Daun berwarna hijau berbentuk bulat telur memanjang dengan ujung runcing, tepi daun bergerigi halus, kedua permukaan daun berambut agak kasar. Bunga majemuk berwarna putih kecil-kecil. Buahnya memanjang, pipih dan keras.
          Urang aring juga dikenal dengan nama daerah goman, te-tenteyan, daun sipat, keremak jarum,daun tinta. Tanaman ini berkhasiat untuk pengobatan Muntah darah, batuk darah, kencing darah, berak darah, pendarahan rahim, hepatitis, diare, keputihan, mimisan, daun urang aring segar secukupnya (dapat dicampur temulawak, garam, gula) direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih, setalah dingin air disaring dan diminum 2 kali sehari.
 Kurang gizi, daun segar secukupnya ditambah irisan temulawak direbus dengan 2 gelas air, setelah dingin air disaring dicampur dengan sedikit madu, kemudian diminum pagi dan sore sebelum makan.
Rambut memutih (uban) pada usia muda, beberapa lembar daun direndam dengan air hangat, kemudian digiling hingga halus, dipergunakan sebagai shampoo pada saat mandi, dilakukan setiap hari selama satu minggu atau menurut kebutuhan.

BUNGUR (Lagerstroemia speciosa Pers)

Tanaman ini termasuk dalam famili Lytraceae. Bungur banyak ditemukan di hutan Jati, baik di tanah gersang maupun di tanah subur hutan heterogen. Tanaman ini berbatang tinggi,  terkadang ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pelindung di tepi jalan, dan dapat tumbuh hingga ketinggian 800 m dpl. Pohon dengan tinggi 10-30 meter memiliki batang berwarna coklat muda, berdaun tunggal dengan bentuk oval, elips atau memanjang, tebal seperti kulit berwarna hijau tua. Buah Bungur berbentuk bulat seperti bola hingga memanjang, mempunyai ruang 3-7 buah di dalamnya, bila masih muda berwarna hijau, jika sudah masak berwarna coklat tua. Bijinya agak besar pipih dengan ujung bersayap berbentuk pisau dengan warna coklat kehitaman.
Bungur juga dikenal dengan nama daerah bungur kuwal, ketangi, laban wungu, wungur, dan lain sebagainya.
Tanaman bungur dapat digunakan untuk berbagai pengobatan, antara lain seperti :
Tekanan darah tinggi, biji bungur dikeringkan, kemudian ditumbuk hingga halus, selanjutnya diseduh dengan air mendidih, setelah dingin diminum sebanyak 2 kali sehari.
Diare, disentri, kencing darah, kulit batang bungur secukupnya dicuci bersih dan direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum.
Kencing manis, kencing batu, darah tinggi, daun bungur segar secukupnya ditambah temulawak direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum 2 kali sehari.

MANGKOKAN (Nothopnax scutellarium Merr)

Tanaman ini termasuk dalam famili Araliaceae,  sering dipergunakan sebagai tanaman hias atau tanaman pagar. Tumbuh liar di tepi sungai atau di ladang, menyukai tempat terbuka dan terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, dan dapat tumbuh hingga ketinggian 1000 m dpl. Perdu ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-3 meter. Batang berkayu berbentuk bulat dan lurus, sedangkan daun tunggal, bertangkai agak tebal dengan bentuk bulat berlekuk seperti mangkok berwarna hijau. Buahnya buah buni, pipih, kecil berwarna hijau.
Tanaman Mangkokan juga dikenal dengan nama daerah lanido,ndalido, ai lohoi, daun koin, daun pepeda, mangko-mangko, goma matari, sawoko, rau paroro.
Mangkokan dapat dipergunakan dalam pengobatan antara lain adalah :
Radang payudara, melancarkan ASI, rambut rontok, luka, daun mangkokan segar secukupnya ditumbuk hingga halus kemudian dioleskan secara merata.
Bau badan, sukar kencing, daun mangkokan segar secukupnya ditambah sedikit temulawak dan garam, direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih, setelah dingin airnya diperas dan diminum.

MAHONI (Swietenea mahagoni)

Tanaman ini termasuk dlam famili Meliaceae, tumbuh liar di hutan Jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Mahoni dengan tinggi 5-25 meter berakar tunggang, batang bulat banyak bercabang dan kayunya bergetah. Daun majemuk dengan bentuk bulat telur dengan ujung pangkal runcing, tepinya halus rata, daun muda berwarna merah setelah tua berwarna hijau. Bunga majemuk berwarna merah muda, kelopak bunga seperti sendok berwarna coklat tua, mahkota silindris berwarna kuning kecoklatan. Buahnya buah kotak berbentuk bulat telur bertekstur dengan warna coklat, biji pipih berwarna coklat atau hitam. Mahoni merupakan pohon keras yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau perabot rumah tangga dan ukiran.
Biji Mahoni dimanfaatkan sebagai obat-obatan setelah dikeringkan dan digiling dijadikan serbuk, adapun biji tersebut dipergunakan dalam pengobatan penyakit antara lain darah tinggi, diabetes mellitus, rheumatik, demam, eksim, masuk angin dan napsu makan, biji mahoni yng telah dihaluskan dapat diseduh seperti halnya membuat kopi atau teh, dapat dicampur garam, gula atau madu, diminum menurut kebutuhan.

JAMBU MONYET (Anacardium occidentale L)

Tanaman ini termasuk dalam famili Anacardiaceae, merupakan tanaman berkeping dua atau berbiji belah (dekotil). Memiliki batang tidak merata dan berwarna coklat. Daunnya bertangkai pendek berbentuk lonjong dengan tepi bergelombang, bunga berwarna putih, buahnya berwarna hijau hingga merah tua dengan daging berwarna putih hingga kuning, buah ini disebut sebagai buah semu. Karena pada dasarnya buah asli Jambu ini adalah Mete (mente) yaitu buah batu yang berbentuk ginjal dengan kulit keras berwarna abu-abu agak kehitam-hitaman. Tanaman ini juga dikenal dengan nama daerah jambu mete, jambu mente, jambu mede, gaju.
Buah jambu monyet telah banyak dibudidayakan sebagai bahan makanan, yaitu kacang mete yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun disamping itu jamnu ini juga banyak digunakan untuk berbagai pengobatan, antara lain adalah :
Diabetes mellitus, kulit pohon jambu monyet secukupnya dicuci bersih dicampur dengan adas pulowaras, direbus dengan 2 liter air hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
Desentri, radang mulut, daun dan kulit batang secukupnya direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum menurut kebutuhan.
Sesak nafas, menurunkan kolesterol, dianjurkan untuk makan daging dari buah semu jambu monyet sebanyak dua buah sehari.     

LIDAH BUAYA (Aloe vera)

Tanaman ini termasuk dalam familia Liliaceae, merupakan tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas, atau ditanam orang di pot dan di pekarangan, dan telah banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk berbagai keperluan. Daunnya tebal tidak bertulang dan runcing, getas dengan tepi bergerigi, berduri kecil-kecil dengan permukaan yang berbintik-bintik, berwarna hijau keabu-abuan. Tanaman ini tahan akan kekeringan, bunganya berwarna kuning atau kemerahan yang bersusun berbentuk tandan, dan panjangnya dapat mencapai satu meter.
Lidah buaya juga dikenal dengan nama Crocodiles tongues, jadam,  lu hui. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan shampoo dan obat-obatan, antara lain dalam pengobatan :
Sakit kepala, pusing, sembelit, kejang, batuk, muntah darah, kencing manis, wasir, daun lidah buaya 15 gram direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum.

ASAM JAWA (Tamarindus indica)

Tanaman ini termasuk dalam familia Legumenosae, merupakan tumbuhan berbuah polong. Batangnya keras dan berdaun rindang, bunganya berwarna kuning kemerah-merahan, buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam, biji berbentuk pipih dengan warna hitam. Dan tanaman ini juga dikenal dengan nama tangkal asem, asem, celangi.
Asam jawa dipergunakan dalam berbagai pengobatan, antara lain adalah :
Asma, kulit batang asem jawa dicampur dengan adas secukupnya direbus dengan 2 liter air sampai mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum 2 kali sehari.
Batuk, demam, sakit panas, 3 polong asam jawa dicampur dan segenggam daun asam jawa segar direbus dengan 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa sekitar 1 gelas, setelah dingin airnya disaring dan diminum.
Rheumatik, kulit batang, daun asam dan temulawak secukupnya direbus dengan 1 liter air hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum pagi dan sore hari.
Sakit perut, alergi, sariawan,  3 polong asam, daun asam dan temulawak secukupnya, direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih, setelah dingin airnya disaring dan diminum.
Luka, borok, bengkak, bisul, daun segar asam jawa secukupnya ditumbuk hingga halus, kemudian dioleskan pada bagian yang luka


     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar